Level of Knowledge and Skills of Health Workers Regarding the Management of Feverish Seizures in Children at Haji General Hospital

Authors

  • Maulana Zikra Fajriansyah Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Nurcahaya Sinaga Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Juliana Batu Bara Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Keywords:

febrile seizures, knowledge, skills, health workers, children.

Abstract

Background: Febrile seizures are an acute neurological disorder that commonly occurs in children aged 6 months to 5 years, and are one of the main reasons for visits to the emergency department. Although benign, inappropriate treatment can lead to complications, including the risk of recurrence and the development of epilepsy. Therefore, the competence of health workers in recognizing and managing febrile seizures is very important. Objective: To determine the relationship between the level of knowledge and skills of health workers in managing febrile seizures in children with age, gender, education, and length of service at RSU Haji Medan. Methods: This quantitative study with a descriptive analytical approach and cross-sectional design involved 75 health workers, including doctors, nurses, and midwives, who were selected through simple random sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed univariately and bivariately using the chi-square test (α= 0.05). Results: A total of 54.7% of respondents had good knowledge and 50.7% had good skills. There was a significant relationship between age, education, and length of service with knowledge and skills (p < 0.001), but not with gender. Respondents aged ≥40 years, medical education, and having ≥10 years of service showed higher competence. Conclusion: The knowledge and skills of health workers are classified as good, but still need to be improved in groups with lower experience and education through routine training and continuous learning.

References

Indonesia IDAI. Panduan Klinis Tatalaksana Kejang Demam. Jakarta: IDAI; 2019.

Anggraini D, Hasni D. Kejang demam. Scientific Journal. 2022;1(4):325–331. doi:10.56260/sciena.v1i4.62.

World Health Organization. Management of Febrile Seizures in Children: Guidelines for Healthcare Providers. Geneva: WHO; 2019.

Sinaga N. Gambaran karakteristik kejang demam pada rumah sakit pendidikan di Medan. Anatomica Medical Journal. 2021;4(2):14–26. doi:10.30596/amj.v4i2.6639.

Koesrini. Tingkat pengetahuan perawat tentang kejang demam dengan penanganannya. Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti. 2015;3(1):1–7.

Hasyim RL, Sudarmanto. Kejang demam kompleks pada anak laki-laki usia 4 tahun: laporan kasus. Continuing Medical Education. 2022:886–889.

Budiman M, Salendu PM, Rompis JL. Pengaruh riwayat kejang demam terhadap kejadian epilepsi pada anak. e-CliniC. 2022;11(1):19–26. doi:10.35790/ecl.v11i1.44268.

Nofia VR, Angraini SS, Aktiva D. Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian demam kejang pada anak di Ruangan Rawat Anak RSUD Sawahlunto. Prosiding Seminar Nasional STIKES Syedza Saintika. 2021;1(1):117–130.

Resti HE, Indriati G, Arneliwati A. Gambaran penanganan pertama kejang demam yang dilakukan ibu pada balita. Jurnal Ners Indonesia. 2020;10(2):238–248. doi:10.31258/jni.10.2.238-248.

Sari NK, Herlina N, Jhonet A. Hubungan riwayat kejang demam dengan kejadian epilepsi pada anak ≤5 tahun di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2018–2019. Jurnal Kebidanan Malahayati. 2021;7(3):453–458. doi:10.33024/jkm.v7i3.4203.

Felina S, Binuko KPE. Anak usia 2 tahun 8 bulan dengan kejang demam kompleks. Continuing Medical Education. 2022:99–106.

Arief RF. Penatalaksanaan kejang demam. Cermin Dunia Kedokteran. 2015;42(9):658–659.

Laino D, Mencaroni E, Esposito S. Management of pediatric febrile seizures. International Journal of Environmental Research and Public Health. 2018;15(10):22–32.

Deliana M. Tata laksana kejang demam pada anak. Sari Pediatri. 2002;4(2):59–62. doi:10.14238/sp4.2.2002.59-62.

Tran QK, Bzhilyanskaya V, Leenah ZA, Ahmad M. Preventing seizure occurrence following spontaneous intracerebral haemorrhage: a systematic review and meta-analysis of seizure prophylaxis. Seizure: European Journal of Epilepsy. 2021;87:46–55.

Ismael S, dkk. Rekomendasi Penatalaksanaan Kejang Demam. Jakarta: Badan Penerbit IDAI; 2016.

Handryastuti S. Seputar Epilepsi pada Anak. Jakarta: IDAI.

Cahyani RD. Potensi Efek Samping Obat Antikonvulsan pada Pasien Epilepsi Rawat Jalan di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret. Surakarta: Universitas Setia Budi; 2023.

Biltz B, Speltz L. Febrile seizures. Pediatric Annals. 2023;52(10):388–393.

Octaviana DR, Ramadhani RA. Hakikat manusia: pengetahuan (knowledge), ilmu pengetahuan (sains), filsafat dan agama. Jurnal Tawadhu. 2021;5(2):25–40.

Fahrurrozhi A, Kurnia H. Filsafat ilmu Indonesia: kontribusi berkelanjutan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Academic and Social Science Global Citizenship Journal. 2022;2(2):61–67. doi:10.47200/aossagcj.v2i2.1840.

Brown J, Smith A, Johnson L. Enhancing healthcare provider knowledge and skills in managing febrile seizures: a training intervention study. BMC Medical Education. 2021;21(1).

Paizer D, Yanti L. Pengetahuan dan tindakan ibu tentang penatalaksanaan kejang demam pada anak. Jurnal Gawat Darurat. 2022;4(2):155–160. doi:10.32583/jgd.v4i2.741.

Puspitasari JD, Nurhaeni N, Allenidekania A. Edukasi meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dalam pencegahan kejang demam berulang. Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia. 2020;4(3):124. doi:10.32419/jppni.v4i3.186.

Welikin KP. Strategi mengembangkan keterampilan dan kemampuan sumber daya manusia di UD. Bina Bersama Banjarmasin pada masa pandemi COVID-19. Jurnal Unsika. 2021;3(3):1–8.

Widiyanto W, Mariani M, Marfuah M. Pengaruh pendidikan kesehatan tentang kejang demam terhadap peningkatan keterampilan ibu dalam memberikan pertolongan pertama pada anak kejang demam di Desa Blukon Kabupaten Lumajang. Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan. 2023;3(3):330–340. doi:10.55606/jrik.v3i3.2824.

Bashiri FA, Al Shalawi AA, Hamad MH, et al. Assessment of physicians’ knowledge and attitudes in the management of febrile seizures. Neurosciences. 2018;23(4):314–319. doi:10.17712/nsj.2018.4.20180097.

Renda R, Yüksel D, Gürer YKY. Evaluation of patients with febrile seizure: risk factors, recurrence, treatment and prognosis. Pediatric Emergency Care. 2020;36(4):173–177. doi:10.1097/PEC.0000000000001173.

Tadimbalat S, Febrianti N, Maryam M, Hamzah I. Gambaran pengetahuan dan beban kerja perawat dengan penanganan pertama kejang demam pada anak di Ruangan Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Undata. Jurnal Kolaboratif Sains. 2022;5(2):75–80. doi:10.56338/jks.v5i2.2229.

Putra HR, Mulyadi, Ismanto AY. Hubungan pengetahuan perawat tentang kejang demam dengan penanganan kejang demam pada anak di Instalasi Rawat Darurat (IRDA) dan Ruang Perawatan Intensif (RPI) Iriana E RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jurnal Keperawatan. 2014;2(2):1–8.

Downloads

Published

2026-09-22

How to Cite

Maulana Zikra Fajriansyah, Nurcahaya Sinaga, & Juliana Batu Bara. (2026). Level of Knowledge and Skills of Health Workers Regarding the Management of Feverish Seizures in Children at Haji General Hospital. Educare: Journal Educational and Multimedia, 4(02), 160–172. Retrieved from https://seaninstitute.or.id/bersinar/index.php/ducare/article/view/278